Langsung ke konten utama

Postingan

Meru dan Fungsinya

             MERU DAN FUNGSINYA Meru dan Fungsinya Mitologi meru dapat dijelaskan demikian. Meru adalah nama Gunung di Sorga. Salah satu puncaknya disebut Kailasa yang katanya merupak tempat bersemayamnya Bhatara Siwa. Gunung itu lalu diturunkan ke dunia yaitu India menjadi Gunung Mahameru. Menurut Kitab Tantupanggalaran sebagian dibawa ke pulau Jawa menjadi Gunung Sumeru. Yang Sekarang disebut Gunung Semeru.  Di Bali meru dipandang sebagai tiruan Gunung Meru yang ada di sorga. Demikianlah mitologi meru. Dalam kenyataan sekarang kita dapatkan bangunan- dapatkan bangunan-bangunan meru pada beberapa Pura, terutama Pura-Pura besar yang ada hubungannya dengan raja, penguasa zaman dahulu. Meru itu atapnya bertingkat-tingkat dan jumlah tingkatnya selalu ganjil seperti tiga, lima, tujuh, sembilan dan sebelas dan semakin keatas semakin kecil.  Jumlah tingkat yang ganjil ini menunjukkan kalepasan, sebab jumlah yang genap dipandang sebagai ...

Mantra dengan berbagai bahasa, apakah salah ?

       MANTRA BERBAGAI BAHASA Mantra dengan berbagai Bahasa ? Kata mantra berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri atas dua fonem yaitu manas dan trayati disingkat menjadi Mantra. Artinya mengatur atau menyampaikan (trayati) suara Suara hati nurani (manas) kehadapan Sang Hyang Widhi.  jika isi hati nurani sudah disampaikan secara murni dan tulus kehadapan Tuhan atau para Dewata atau para leluhur, maka ucapan itu sudah dapat dikatakan "memantra." Karena Tuhan itu Maha tahu, walaupun ucapan mantra itu disampaikan dengan bahasa apapun, asalkan dengan hati suci murni, maka Tuhan akan mengetahuinya.  Apakah dengan bahasa Bali, bahasa Kawi, bahasa Sanskerta atau pun dengan bahasa Indonesia atau mungkin dengan bahasa Inggris, semuanya itu pasti diketahui atau didengar-Nya.  Ucapan Pemangku dengan bahasa Bali halus disebut meseha." Di Pura-Pura kuno di bahasa Bali, misalnya di Pura Besakih, Batur, Batukaru dan Pulaki, dulu selalu mempergunakan ba...

Kwangen dan Jenis nya dalam Hindu

                KWANGEN DAN JENISNYA kata kewangen berasal dari kata wangi, ditambah awalan ka dan akhiran an, sehingga menjadi kawangian, kawangen atau kewangen.  Wangi artinya harum, miyik. Dengan demikian kewangen berfungsi sebagai sarana untuk mengharumkan nama Ida Sanghyang Widhi Wasa.  Kata kawangian sesuai dengan kaidah (sandi suara) setelah disandikan, menjadi kawangen anuswara atau kewangen/kwangen. Bentuk kewangen mengambil atau meniru bentuk aksara Ongkara (Omkara), simbul Ida Sanghyang Widhi Wasa. Kojongnya yang terbuat dari daun pisang berbentuk kerucut terbalik adalah simbul angka tiga (badan) dari Omkara.  Sedangkan ardhacandra atau bentuk bulan sabitnya adalah lubang kojong. Windu (matahari, bulat) dilambangkan oleh pis bolong. Dan nada atau bintangnya dilambangkan oleh sampiyan (dari rangkaian janur, porosan silih asih) berbentuk segi tiga yang menyembul di atas kojong. Benang tri datu (tiga warna) yang ...

Ketupat jenis dan penggunaan dalam Hindu

               JENIS KETUPAT / KETIPAT Di postingan sebelumnya kita sudah membahas apa itu ketipat / ketupat dan maknanya. Bagi yang belum membacanya, bisa dicek ya Nah, sekarang kita akan membahas Jenis dan penggunaan ketipat dalam banten  yaitu : 1. Ketipat adegan, bagia, cakra, lawang dan pebangkit, dipergunakan sebagai sarana pelengkap banten pebangkit. 2. Ketipat blayag dan tumpeng dipergunakan sebagai pelengkap banten waktu upacara di sawah. 3. Ketipat blekok dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen pengambeyan 4. Ketipat dampulan, galeng, gangsa, gong dan lepet dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen aci. 5. Ketipat kelanan dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen soroh-sorohan. 6. Ketipat kukur dipergunakan sebagai sarana pelengkap Sesajen pengambeyan, prayascita dan pulagembal. 7. Ketipat luh muani, pusuh dan tulud dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen lis 8. Ketipat nasi dipergunakan sebagai saran...

Apa Sih Makna Ketupat ?

                           KETUPAT Apa sih makna ketupat ? Dalam Upacara yadnya, umat Hindu banyak sekali mempergunakan ketipat (ketupat) sebagai sarana pelengkap banten.  Ketipat atau ketupat termaksud biasanya dibuat dari janur yakni daun kelapa yang masih muda, lalu dianyam sedemikian rupa sehingga dapat diisi beras. Setelah dimasak, maka jadilah ketipat.  Makna dari setiap ketipat, selain berfungsi sebagai pelengkap banten, bertujuan pula untuk memperkuat nilai itu. persembahan yang dilambangkan oleh bentuk ketupat Persembahan dalam Agama Hindu dapat berwujud bunga (puspham), buah (phalam) dan biji-bijian (bija) isi sarwa alam. Bahan ketipat adalah beras (biji-bijian) sebagai hasil alam dan diolah menjadi "nasi yang dapat disurud untuk dimakan sebagai penghasil tenaga buat tubuh.  Bentuk ketipat disesuaikan dengan tujuan pembuatan banten upacara dimaksud. Rekomendasi Buku :  ...