Langsung ke konten utama

Postingan

Kwangen dan Jenis nya dalam Hindu

                KWANGEN DAN JENISNYA kata kewangen berasal dari kata wangi, ditambah awalan ka dan akhiran an, sehingga menjadi kawangian, kawangen atau kewangen.  Wangi artinya harum, miyik. Dengan demikian kewangen berfungsi sebagai sarana untuk mengharumkan nama Ida Sanghyang Widhi Wasa.  Kata kawangian sesuai dengan kaidah (sandi suara) setelah disandikan, menjadi kawangen anuswara atau kewangen/kwangen. Bentuk kewangen mengambil atau meniru bentuk aksara Ongkara (Omkara), simbul Ida Sanghyang Widhi Wasa. Kojongnya yang terbuat dari daun pisang berbentuk kerucut terbalik adalah simbul angka tiga (badan) dari Omkara.  Sedangkan ardhacandra atau bentuk bulan sabitnya adalah lubang kojong. Windu (matahari, bulat) dilambangkan oleh pis bolong. Dan nada atau bintangnya dilambangkan oleh sampiyan (dari rangkaian janur, porosan silih asih) berbentuk segi tiga yang menyembul di atas kojong. Benang tri datu (tiga warna) yang ...

Ketupat jenis dan penggunaan dalam Hindu

               JENIS KETUPAT / KETIPAT Di postingan sebelumnya kita sudah membahas apa itu ketipat / ketupat dan maknanya. Bagi yang belum membacanya, bisa dicek ya Nah, sekarang kita akan membahas Jenis dan penggunaan ketipat dalam banten  yaitu : 1. Ketipat adegan, bagia, cakra, lawang dan pebangkit, dipergunakan sebagai sarana pelengkap banten pebangkit. 2. Ketipat blayag dan tumpeng dipergunakan sebagai pelengkap banten waktu upacara di sawah. 3. Ketipat blekok dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen pengambeyan 4. Ketipat dampulan, galeng, gangsa, gong dan lepet dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen aci. 5. Ketipat kelanan dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen soroh-sorohan. 6. Ketipat kukur dipergunakan sebagai sarana pelengkap Sesajen pengambeyan, prayascita dan pulagembal. 7. Ketipat luh muani, pusuh dan tulud dipergunakan sebagai sarana pelengkap sesajen lis 8. Ketipat nasi dipergunakan sebagai saran...

Apa Sih Makna Ketupat ?

                           KETUPAT Apa sih makna ketupat ? Dalam Upacara yadnya, umat Hindu banyak sekali mempergunakan ketipat (ketupat) sebagai sarana pelengkap banten.  Ketipat atau ketupat termaksud biasanya dibuat dari janur yakni daun kelapa yang masih muda, lalu dianyam sedemikian rupa sehingga dapat diisi beras. Setelah dimasak, maka jadilah ketipat.  Makna dari setiap ketipat, selain berfungsi sebagai pelengkap banten, bertujuan pula untuk memperkuat nilai itu. persembahan yang dilambangkan oleh bentuk ketupat Persembahan dalam Agama Hindu dapat berwujud bunga (puspham), buah (phalam) dan biji-bijian (bija) isi sarwa alam. Bahan ketipat adalah beras (biji-bijian) sebagai hasil alam dan diolah menjadi "nasi yang dapat disurud untuk dimakan sebagai penghasil tenaga buat tubuh.  Bentuk ketipat disesuaikan dengan tujuan pembuatan banten upacara dimaksud. Rekomendasi Buku :  ...

Genta dan Getaran Magis Spiritualnya

                             GENTA Genta dan Getaran Magis Spiritualnya Dalam setiap upacara yadnya, kita sering kali mendengar suara bajra atau genta. Boleh jadi tidak banyak orang yang memperhatikan apa yang dapat diharapkan dari suara genta itu. Sebenarnya yang diutamakan dari genta sebagai pengiring suatu upacara yadnya adalah getaran magis spiritual yang dipancarkan oleh bunyi genta itu.  Bunyi genta sebenarnya merupakan pertanda atau lengeran bahwa Ida Bhatara akan turun ke jagat raya ini. Bila mempergunakan "saa konteng" maka bunyi genta biasanya mengikuti irama tabuh pisan yaitu neng-neng-neng- neng.  Sedangkan jika menggunakan puja sang Kulputih atau Kusuma Dewa, maka irama yang dipakai adalah tabuh kalih yakni nong- neng-nong-neng (kadi lembu amangan dukut).  Bunyi genta tabuh pisan atau tabuh kalih inilah yang dapat menyentuh hati nurari mereka yang menghaturkan yadnya. Kuat ...

Apa itu Bhutakala ?

                 BHUTA KALA Apa itu Bhutakala ? Kata bhuta" berasal dari bahasa Sanskerta "bhu" yang berarti iadi atau menjadi.  Bhuta dengan demikian berarti telah terjadi atau telah "dijadikan, telah tercipta atau telah "diciptakan" Segala yang ada di alam semesta ini adalah "bhuta" artinya yang telah dijadikan atau diciptakan oleh Tuhan, meski dengan beberapa perbedaan.  Manusia "dibhutakan" atau diciptakan dengan tri Dramana: sabda, bayu. idep, maksudnya bersuara, bergerak dan berpikir. sedangkan binatang "dibhutakan" diciptakan dengan dwi pramana : sabda dan bayu, bersuara dan bergerak. Tumbuh- tumbuhan dibhutakan" atau diciptakan dengan eka pramana. yaitu bayu saja. jadi tidak bersuara dan tidak berpikir. Selanjutnya "kala" berarti maut, menghancurkan, merusak atau mengganggu. Dengan demikian bhutakala dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah dicitakan oleh Tuhan dengan sifat- sifat yang dapa...