Langsung ke konten utama

Postingan

Apa sih makna Udeng ?

                               UDENG Udeng bukan sekadar penutup kepala bagi masyarakat Bali. Dalam sebuah udeng, sejatinya kita bisa belajar tentang banyak hal. Udeng dipakai oleh kaum laki-laki Bali dan tak hanya digunakan oleh orang dewasa. Anak laki-laki juga kerap terlihat mengenakan ikat kepala khas Bali ini. Udeng dipakai tak hanya oleh mereka dari kelompok kaya, tetapi juga oleh warga kalangan menengah ke bawah. Udeng terbuat dari kain berukuran panjang 50 sentimeter dan cara pembuatannya juga tak bisa dilakukan sembarangan Tidak setiap orang bisa membuat udeng. Perlu keahlian khusus untuk membuatnya seningga tampak apik dan sesuai dengan makna udeng itu sendiri. Udeng di Bali bisa ditemui dengan beragam corak dan bentuk. Ada udeng warna putih, hitam, ataupun bermotif batik. udeng memiliki simbol Ketuhanan orang Bali yang menyatukan Tri Murti dalam simpul "nunggal". Tarikan ujung kain kan...

Apa makna Tetabuh Arak Berem ?

                    TETABUH ARAK BEREM Kenapa menggunakan Arak dan Berem? Kenapa tidak memakai yang lain? Kadang-kadang memakai Simbol ini pun warga Hindu Bali banyak yang belum memahaminya, hanya ikut-ikutan saja. Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang maksud dan makna arak berem sebagai sarana pengastawa ke hadapan Sang Hyang Widhi. Tetabuhan (petabuhan) Arak Berem I disebutkan makna simbol dari Arak/Tuak Beremn dalam persembahyangan, upacara yadnya dan tetandingan banten umat Hindu Bali sebagai sarana pengastawa dengan simbol Ang Ah kehadapan Sang Hyang Widhi. Arak/Tuak merupakan simbol dari aksara suci "Ah-kara", sedangkan Berem adalah simbol dari aksara suci "Ang-kara". Hal ini terkait mantra pengastawa sehubungan dengan Tri Kona dengan menggunakan dasar dari sastra Rwa Bhineda sebagai berikut 1. Utpeti (Pengastawa/Ngajum/ Puja); memohon kehadapan Sang Hyang Widhi agar Beliau berkenan kontak dengan manusia melalui...

Apa sih makna Banten Saiban ?

                       BANTEN SAIBAN Yadnya sesa atau mebanten saiban merupakan penerapan dari ajaran kesusilaan Hindu, yang menuntut umat untuk selalu bersikap anersangsya yaitu tidak mementingkan diri sendii dan ambeg para mertha yaitu mendahulukan kepentingan di luar diri. Pelaksanaan yadnya sesa merupakan bahwa manusia setelah selesai memasak wajib memberikan persembahan berupa makanan, karena makanan merupakan sumber kehidupan di dunia ini. Biasanya banten saiban dihaturkan menggunakan daun pisang yang diisi nasi, garam dan lauk pauk yang disajikan sesuai dengan apa yang dimasak hari itu, tidak ada keharusan untuk menghaturkan lauk tertentu. Tujuannya mesaiban yaitu sebagai wujud syukur atas apa yang di berikan Hyang Widhi kepada kita. Sebagaimana diketahui bahwa yadnya sebagal sarana untuk menghubungkan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa untuk memperoleh kesucian jiwa, tidak saja kita menghubungkan diri dengan ...

Apa sih makna Tumpek Wayang ?

                 TUMPEK WAYANG Tumpek Wayang adalah rangkaian dari hari suci Tumpek yang jatuh setiap 6 bulan sekali (210 hari) . Di hari suci ini, umat Hindu akan melaksanakan upacara yang ditujukan kehadapan Tuhan sebagai manisfestasinya sebagai Dewa Cuaca (Dewa Iswara) untuk memohon keselamatan dan kerahayuan umat. Tumpek Wayang juga bermakna dengan hari kesenian karena di hari ini dipercayai sebagai hari lahirnya berbagai jenis alat kesenian seperti: gong, gender, wayang, barong dan sebagainya.  Tumpek Wayang merupakan cerminan dimana dunia diliputi hal-hal yang negatif. Manusia akan diliputi oleh kegelapan, kebodohan, keangkuhan dan keangkaramurkaan sehingga Dewa Siwa akan mengutus Sanghyang Samirana untuk turun ke dunia dan akan menjadi seorang mediator untuk memberikan kekuatan positif kepada manusia untuk menjalankan aktivitasnya. Mediator ini kita kenal sebagai Dalang.  Dewa Iswara juga akan memberikan kekuatan ...

Makna Tirta dan Bija

                  TIRTA DAN BIJA Wija atau bija adalah lambang Kumara, yaitu putra atau wija Bhatara Siwa. Pada hakekatnya yang dimaksud dengan Kumara adalah benih ke-Siwa-an/ Kedewataan yang bersemayam dalam diri setiap orang. Mawija mengandung makna menumbuh- kembangkan benih ke-Siwa- an itu dalam diri seseorang. Sehingga disarankan agar dapat menggunakan beras galih yaitu beras yang utuh, tidak patah (aksata). Alasan ilmiahnya adalah beras yang pecah atau terpotong tidak akan bisa tumbuh. Jadi makna dari penggunaan Bija dalam persembahyangan ialah untuk menumbuh kembangkan sifat Kedewataan/ Ke-Siwa-aan/ sifat Tuhan dalam diri. Seperti yang disebutkan dalam Upanisad bahwa Tuhan memenuhi alam semesta tanpa wujud tertentu tidak berada di surga atau di dunia tertinggi melainkan ada pada setiap ciptaan-Nya. Ada lima titik peka untuk menerima rangsangan kedewataan yang disebut Panca Adisesa yakni titik-titik berikut ini 1. Di pusar y...