Langsung ke konten utama

Postingan

Apa sih makna Memunjung ?

                   MEMUNJUNG Memunjung merupakan bagian dari konsep ‘Pitra Puja’ atau penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dunia. Memunjung itu pun tergantung konsep yang kita laksanakan. Jika konsepnya ‘mekingsan ring pertiwi’ atau dikubur, kita wajib memunjung. Biasanya hal ini dilakukan dalam hari-hari tertentu atau ketika menggelar upacara besar. Dalam masa mekingsan ring pertiwi atau sebelum dilaksanakan ritual pengabenan, atmawedana hingga ngerorasin terhadap yang meninggal ini, maka diyakini rohnya itu masih berada di bawah kendali Sang Hyang Prajapati. Itu artinya, roh orang tersebut masih berada di sekitar tempat jasadnya dikubur, sembari menantikan keluarga atau pretisentana menyelesaikan urusannya di dunia ini atau diupacarai. “Roh yang belum dilakukan upacara penyucian yang disebut dengan samskara atau sinangaskara, masih terikat dengan jasadnya. Walaupun jasadnya sudah hancur,” Dalam lontar dikatakan,...

Apa sih makna Banyu Pinaruh ?

              BANYU PINARUH Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya yang dilakukan sehari setelah hari raya saraswati, yang bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri. Banyu Pinaruh yang berasal kata dari Banyu berarti air,  Pinaruh atau Pengeruwuh berarti pengetahuan  yang pada hari ini secara nyata umat membersihkan badan dan keramas pada sumber - sumber air atau di laut. Akan tetapi prosesi bermakna untuk membersihkan kegelapan pikiran yang melakat pada tubuh manusia, dengan ilmu pengetahuan atau mandi dengan ilmu pengetahuan. Pelaksanaan dan tetandingan banten disebutkan dalam babad bali, banyu pinaruh (pina wruh) dina redite / minggu paing wuku sinta. Asucilaksana. pelaksanaannya, di pagi hari umat asucilaksana (mandi, keramas dan berair kumkuman). Upakara, (tetandingan banten), diaturkan  labaan nasi pradnyan,  jamu sad rasa dan air kumkuman.  Setelah diaturkan pasucian / kumkuman labaan dan jamu,  dilanju...

Apa sih Makna Banten Saraswati ?

BANTEN SARASWATI Hari saraswati sering disebut sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan suci. Sehingga kita menghaturkan banten Saraswati. Nah adapun Banten Saraswati terdiri dari: daksina, beras wangi dilengkapi dengan air kumkuman yang diaturkan pada pustaka-pustaka suci.  Dalam banten Saraswati tersebut, disertakan jaja cacalan (kue dari beras) yang berbentuk cecek (cicak dalam bahasa Indonesia) sebagai simbol Saraswati. Ada beberapa pemikiran tentang dipakainya cecek atau cicak. Kalangan arkeolog dan antropolog memaknainya sebagai binatang yang punya daya magis, mampu menangkap getaran alam, juga dianggap sebagai perwujudan dari leluhur. Kalangan peneliti bahasa menganggapnya sebagai cecek atau dalam bahasa indonesianya titik, yang merupakan akhir dari sebuah kalimat. Menurut kalangan ini, titik inilah yang menjadi awal, dan tempat bertemunya titik-titik (tanpa putus) adalah pada bilangan nol (lingkaran). Jadi di sini ditafsirkan bahwa binatang cicak/cecek hanya berfu...

Makna dan fungsi Benang Tri Datu

                  BENANG TRI DATU Agama Hindu memiliki banyak simbol dalam menjalankan agamanya. misalnya seperti penggunaan benang Tri Datu sebagai gelang. Bagi umat Hindu, benang Tri Datu atau yang sering disebut Sri Datu, berasal dari dua kata yakni kata tri yang berarti tiga, dan datu yang berarti kekuatan, jadi Tri Datu berarti tiga kekuatan. Tiga kekuatan yang di maksud adalah kekuatan dari tiga Dewa utama dalam agama Hindu, yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Tri Datu memiliki tiga warna yakni merah, putih dan hitam yang menjadi lambang tiga kekuatan. Dewa Brahma dengan aksara suci Ang, memiliki urip 9 dengan sakti Dewi Saraswati, disimbolkan dengan warna merah. Dewa Wisnu dengan aksara suci Ung, memiliki urip 4 dengan sakti Dewi Sri, dengan simbol warna hitam. Dewa Siwa dengan aksara suci Mang, memiliki urip 8 dengan sakti Dewi Durga, disimbolkan dengan warna putih. Ketiga aksara ini yaitu Ang, Ung, Mang bila dis...

Apa sih makna Kwangen ?

                           KWANGEN Dalam lontar Siwagama disebutkan bentuk kwangen sebagai simbol "om kara" dalam bentuk upakara, Kwangen memiliki bentuk yang kecil, yaitu bagian bawah lancip dan bagian atas mekar seperti bunga yang sedang kembang.  Kewangen terdiri dari beberapa unsur, yaitu : Kojong, biasanya dibuat dari daun pisang yang dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk kojong.  kojong ini apabila kita tekan sampai lempeh maka akan berbentuk segitiga, maka kojong tersebutkan menyimbolkan angka tiga huruf bali (Ongkara Bali). Pekir, dibuat sedemikian rupa menyerupai hiasan kepala dari tarian janger.  Pekir ini dibuat dengan janur dengan bentuk yang bermacam-macam tergantung dari seninya yang membuat.  ini merupakan simbol Ulu Ardha Candra dan Nada. Uang Kepeng (pipis bolong), merupakan simbol Windu. perlu ditekankan disini, apabila menggunakan uang kertas yang di plintir maka ...