Langsung ke konten utama

Postingan

Makna Banten prayascita

                 BANTEN PRAYASCITA Secara arti kata Prayascita berasal dari kata pra-yas dan cita, yang didalamnya mengandung arti penyucian dari segala kesedihan atau juga kekotoran. Banten ini biasanya dipergunakan bila seseorang melakukan penglukatan (menghilangkan sebel/ kekotoran). Selain itu terkadang banten prayascita juga di gunakan untuk mengupacarai barang-barang yang bernilai ekonomis (misalnya, membeli sepeda motor baru atau barang- barang elektronik lainnya). Komponen atau Bahan Yang Terkandug dalam Banten Prayascita Banten Prayascita terdiri dari beberapa hal diantaranya adalah sbeagai berikut: Nampan atau nyiru, bisa juga keben sebagai simbol windhu memiliki makna kekuatan penyucian (pawitra). - Aled Sampian Nagasari - Sampian Padma -Jajan Uli, Bagina, Apem, Roti kukus, Cerorot dan sebagainya - Tape Gede, Pinang, Tebu Tempat nasi dari kelongkong - Daun tabia bun, daun dapdap dan padang lepas - Payuk pere berisi toya...

Apa Makna mulat sarira ?

                 OM SWASTYASTU Secara etmologi " Om Swastyastu" memiliki arti semoga selamat. Om Swastyastu merupakan salam panganjali yang digunakan oleh umat Hindu ketika membuka suatu acara, baik itu berupa rapat, sambutan, dan sebagainya. Selain itu, om swastyastu juga digunakan oleh umat Hindu untuk saling sapa ketika bertemu keluarga, orang tua, saudara, teman dan umat lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disumpulkan bahwa Om Swastyastu bermakna semoga selamat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jika dilihat dari artika katanya maka Om Swastyastu berasal dari bahasa Sanskerta yakni kata Om dan Su, Asti dan Astu. Om berarti Sanghyang Widhi Wasa (Brahman/Tuhan), Su berarti baik, Asti berarti berada dan Astu berarti semoga. Dengan demikian Om Swastyastu dapat diartikan sebagai semoga selamat atas lindungan Ida Sanghyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha  Esa.

Apa itu Sancita karma phala ?

               SANCITA KARMA PHALA             Photo : kegiatan kemanusiaan                             yayasan relawan bali Sancita Karma Phala merupakan salah satu bagian dari hukum karma phala diantaranya yakni Sancita Karma Phala, Prarabdha Karma Phala, dan Kriyamana Karma Phala.  Pada artikel ini kita akan membahas lebih spesifik mengenai Sancita Karma Phala. Secara etimologi Sancita Karma Phala dapat diartikan sebagai hasil yang diterima pada kehidupan sekarang atas perbuatan di kehidupan sebelumnya. Sancita Karma Phala juga dapat diartikan sebagai phala atau hasil perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis pahalanya dinikmati dan masih merupakan sisa yang menentukan kehidupan kita sekarang. Karma Phala sendiri jika dilihat dari etimologi katanya maka berasal dari bahasa sanskerta dari kata Karma yang berar...

Apa Makna Tipat Dampulan ?

                MAKNA TIPAT DAMPULAN Tipat Dampulan merupakan salah satu tipat yang sangat berkaitan erat dengan Kajeng Kliwon.. Tipat Dampulan merupakan sebuah Tipat yang bentuknya menyerupai anak penyu (kura- kura), dibuat sedemikian rupa sebagai cerminan Sundaram keindahan) dalam sebuah upakara. Makna dari Tipat Dampulan adalah sebagai simbol sifat kedewasaan diri dalam menjalani hidup, segala pengalaman hidup baik suka maupun duka, manis maupun pahit, kebahagiaan dan bahkan kesengsaraan harus diterima dengan lapang dada. Kematangan jiwa sangat dipengaruhi oleh segala usaha dan keiklasan dalam menerima dan kesadaran akan hikmah dari setiap kejadian dalam hidup, dan semua itu tidak terlepas dari segala Karma, baik dari kehidupan saat ini maupun dari kehidupan sebelumnya. Semua sifat kedewasaan tersebut tercermin dari pengalaman hidup anak penyu (kura-kura), semenjak masih berupa telur sudah ditinggalkan dan menetas sendiri di pesisir...

Pemujaan Bhatara Sri Sedana

                    BHATARA SRI SEDANA Merupakan simbol bersatunya dualisme, purusa dan predana. Bhatara Sri Sedana, sering juga disebut dengan Sri Sadhana atau Sridhana, Rambut Sedana, merupakan 2 sosok personifikasi dari hyang widhi yaitu Dewi Sri dan Dewa Sedhana yang diyakini memberikan "taksu" kepada umat dalam hal rejeki, sehingga beliau dipuja oleh para pelaku ekonomi dan bisnis, baik pedagang maupun pengusaha. Beliau merupakan Dewa Kekayaan, Dewa kemakmuran, kemurnian, dan kedermawanan selalu dihubungkan dengan Dewi Laksmi. Bhatara Sri Sedana juga dipuja sebagai "Dewi Kesejahteraan" yang menganugerahkan harta kekayaan, emas-perak (sarwa mule), permata dan uang (dana) kepada manusia. Kegiatan peringatan hari turunnya "Sri Sedana" yang lazim disebut "Rambut Sedana" jatuh pada Budha Wage Kelawu (Buda Cemeng) merupakan odalan bagi uang maupun nafkah yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Mahaesa kepada umat Manusia. Bhatari ...