Langsung ke konten utama

Postingan

Sikap Amustikarana saat tri sandya

Apa itu Amustikarana ? Apakah teman-teman tau, apa itu Sikap Amustikarana ? Jika belum, yuk lanjut dibaca Dalam melaksanakan Puja Tri sandya. sikap tangan kita adalah amustikarana.  Amustikarana adalah sikap dimana tangan kanan mengepal (menggenggam) serta dibungkus oleh tangan kiri dengan kedua ibu jari saling bertemu dan ujung- ujungnya mengarah keatas, lalu ditempatkan di depan hulu hati. Bentuk amustikarana ini memberikan makna dasendrya,  yaitu bahwa kelima panca karma indria dan kelima panca budhi indria mendorong manah (pikiran) menuju keatas, maksudnya menuju kepada Ida Sanghyang Widi Wasa. Nah, sekarang teman-teman sudah mengerti kan, apa itu sikap Amustikarana ? Semoga membantu Rekomendasi Buku Buku Doa Sehari-hari

Hari Raya Pagerwesi arti dan makna sebenarnya

                 HARI RAYA PAGERWESI Hari Raya Pagerwesi adalah salah satu hari raya agama Hindu di Bali, datangnya setiap 6 bulan sekali (210) dalam kalender Bali yaitu pada Bhuda (Rabu) Kliwon wuku Sinta. === Pagerwesi berasal dari kata “pager” yang berarti pagar atau perlindungan dan “wesi” berarti besi yang merupakan bahan kuat. === Jadi saat Hari raya Pagerwesi tersebut bertujuan untuk memagari diri (magehang awak) dengan kuat melalui ilmu pengetahuan sehingga tidak mengalami kegelapan atau Awidya. === Pada hari pagerwesi umat hindu memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru === Beliau adalah guru dari alam semesta yang dapat membimbing manusia ke jalan yang benar dalam memahami pengetahuan hidup. === Sang Hyang Pramesti Guru adalah sebutan lain untuk Dewa Siwa, dalam Tri Murti. Dewa Siwa adalah sebagai pelebur, melebur segala sifat-sifat buruk.  === Beliau juga sebagai gurunya m...

Mengenal Catur Guru dan Bagian-bagiannya

                            Catur Guru Mohon maaf teman-teman semua, baru bisa update artikelnya😅 Oh iya, ada yang pernah mendengar atau membaca Catur Guru ? Jika belum atau lupa, yuk kita bahas === Apa itu Catur Guru ? Catur Guru berasal dari Bahasa Sanskerta dari kata Catur artinya empat dan kata Guru berasal dari dua suku kata Sanskerta yaitu Gu dan Ru.  === Gu merupakan kependekan  dari kata Gunatitha yang berarti tidak terbelenggu oleh materi.  Ru kependekan dari kata Rupavarjitha yang artinya mampu mengubah (menyebrangkan) orang lain dari lautan sengsara === Guru juga berarti orang yang digugu dan ditiru Jadi Catur Guru berarti empat Guru yang harus dihormati didalam mencari kesucian serta keutamaan hidup. === Bagian-bagian Catur Guru Yang termasuk dalam bagian-bagian Catur Guru, Yaitu a. Guru Rupaka atau Guru Reka adalah orangtua kita. Kita menghormati orang tua kita dengan mendengar...

Hari Raya Siwaratri dan Tahun Baru 2022

HARI RAYA SIWA RATRI DAN TAHUN BARU 2022 Selamat tahun baru saya ucapkan kepada teman-teman semua, bagaimana pesta kembang api nya semalam ? Disamping menyambut tahun baru 2022, hari ini juga bertepatan dengan perayaan hari raya Siwaratri bagi kita umat Hindu. Siwaratri terdiri dari 2 kata, yaitu Siwa dan Ratri. Siwa berasal dari bahasa   Sanskerta   yang   mempunyai   pengertian   baik   hati,   suka   memaafkan,   memberi   harapan   dan membahagiakan.  Sedangkan Ratri adalah malam yang dapat diartikan juga sebagai kegelapan.  Jadi Siwaratri dapat diartikan sebagai malam pemerilina atau pelebur kegelapan dalam diri dan hati untuk menuju jalan yang lebih terang. Ini berhubungan dengan Tri Kona yaitu, Dewa Siwa yang bertugas sebagai Pelebur. Dalam Postingan beberapa hari lalu sudah kita bahas ya Hari Siwaratri jatuh setiap setahun sekali berdasarkan kalende...

Apa itu Kahyangan Tiga ?

                       KAHYANGAN TIGA Kahyangan Tiga terdiri dari dua kata yaitu kahyangan dan tiga.  Kahyangan berasal dari kata "hyang" yang berarti suci mendapat awalan "ka" dan akhiran "an", sehingga menjadi "kahyangan" yang artinya menunjukkan tempat  Sedangkan tiga artinya tiga.  Jadi Kahyangan Tiga adalah tiga buah tempat suci, yaitu Pura Puseh, Pura Dalem, dan Pura Desa atau disebut pula Pura Bale Agung dalam setiap Desa Adat atau Pakraman Tri Murti yang kita bahas pada postingan sebelumnya, merupakan Dewa-dewa yang berstana di Kahyangan Tiga ini. Dewa Brahma berstana di Pura Desa, Dewa Wisnu di Pura Puseh, dan Dewa Siwa di Pura Dalem Dalam Tri Hita Karana terdapat unsur Parahyangan. Pada postingan beberapa yang lalu sudah kita bahas. Nah, Kahyangan Tiga merupakan salah satu unsur dari Trihita Karana yaitu unsur parahyangan dari setiap desa adat di Bali. Kahyangan Tiga pada setiap Desa Adat di...