Langsung ke konten utama

Postingan

Apa itu Sad Atatayi ?

                         SAD ATATAYI Sad Atatayi terdiri dari kata sad dan atatayi. Sad berarti enam dan Atatayi berarti cara melakukan pembunuhan. Dengan demikian, sad atatayi berarti enam cara untuk melakukan pembunuhan yang kejam. Dalam weda sebagai Kitab Suci Hindu telah memberikan tuntunan tentang Ahimsakarma, yaitu larangan untuk melakukan pembunuhan terhadap sesama makhluk hidup dengan alasan balas dendam dan kemarahan.  Dalam ajaran Ahimsakarma, membunuh manusia ataupun makhluk lainnya berarti melakukan perbuatan buruk yang pasti akan dipetik karmaphalanya Bagian-Bagian Sad Atatayi 1.  Agnida Agnida adalah cara membunuh orang dengan cara membakar.  2. Visada Visada adalah membunuh dengan cara meracun 3. Atharva Atharva adalah cara membunuh dengan mempergunakan ilmu hitam. 4. Sastraghna Sastragna adalah membunuh dengan cara membabi buta atau mengamuk. 5. Dratikrama Dratikrama adalah membun...

Apa itu Sapta Timira ?

                     SAPTA TIMIRA Sapta Timira terdiri dari Sapta dan Timira. Sapta artinya tujuh, sedangkan Timira artinya kegelapan. Jadi Sapta Timira artinya tujuh macam kegelapan.  Yang dimaksud dengan tujuh kegelapan ialah tujuh hal yang menyebabkan pikiran orang menjadi gelap.  Kegelapan pikiran ini dapat menimbulkan tingkah laku yang jelek dan menyimpang dari ajaran agama. Ketujuh kegelapan itu adalah: a. Surupa artinya gelap atau mabuk karena ketampanan. Ketika merasa memiliki wajah tampan / cantik, memiliki badan yang bagus, kita tidak boleh menjadi sombong dan lupa diri. Gunakanlah itu untuk meningkatkan kualitas diri b. Dhana artinya gelap atau mabuk karena kekayaan. Ketika merasa memiliki kekayaan yang banyak, kita tidak perlu merasa angkuh dan lupa diri. Gunakanlah untuk membantu sesama yang membutuhkan c. Guna artinya gelap atau mabuk karena kepandaian. Kepandaian yang kita miliki hendaknya diguna...

Apa sih makna Tathastu ?

                       TATHASTU Tathastu berasal dari kata Tat dan Astu, Tat berarti itu, kata “itu” merujuk pada doa atau permohonan yang diucapkan, sedangkan Astu berarti semoga terjadi. Jadi Tathastu berarti terjadilah seperti itu.  Saat kapan sebaiknya menggunakan kata  Tathastu diucapkan. Tathastu diucapkan untuk meng-amini atau untuk ikut mendoakan apa yang menjadi harapan dan doa orang lain supaya bisa terwujud sesuai dengan harapan orang tersebut.   sebagai kata untuk mengamini biasanya kata tathastu ini diucapakan oleh orang lain sebagai bentuk dukungan kepada orang lain yang sedang berharap sesuatu kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.   contoh “Astungkara Semua artikel-artikel dari bacaanhindu, bermanfaat bagi umat Hindu dimanapun berada, orang yang mendengar atau orang yang diajak bicara bisa menjawab atau mengucapkan kata Tathastu.  Jadi bisa ditarik kesimpulan kata Tathastu ada...

Apa sih makna Swaha ?

                      SWAHA Svaha Atau Swaha adalah nama dari permaisuri dewa Agni. Swaha bagaikan sebuah lagu rohani dan juga berarti semoga diberkati.  Swaha adalah ucapan yang umumnya diucapkan di akhir sebuah mantra. Seperti kata “Om” yang diucapkan di awal mantra, “Swaha” diucapkan di akhir mantra. Swaha sering diucapkan di akhir pengucapan sebuah mantra suci kita sering mengucapkan kata swaha ini saat kita melakukan kramaning sembah yaitu saat muspa puyung, ‘’Om Atma Tatwatma Sudhamam Swaha,’’. Dalam mantra tersebut terkandung arti, memohon kepada Tuhan supaya atman kita disucikan telebih dahulu. Jadi bisa ditarik kesimpulan kata Swaha adalah sebuah kata suci yang diucapkan untuk sebuah doa yang tulus dan ikhlas, doa yang baik untuk kebaikan dan tidak boleh mengucapkan kata tersebut untuk doa yang bersifat mencelakakan orang lain atau mengharapkan orang lain sengsara

Apa sih makna Astungkara ?

                        ASTUNGKARA Astungkara berasal dari kata Astu dan Kara, yang mendapat sisipan “ng”. Astu berarti semoga terjadi dan Kara berarti penyebab, dan kata penyebab dalam hal ini merujuk kepada Tuhan.  Jadi Astungkara berarti semoga terjadi atas kehendak-Nya.  Saat bagaimana astungkara diucapkan ? saat kita sedang menyampaikan harapan, keinginan dan doa pribadi kita kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.                                                                                                                      contohnya “Astungkara semakin banyak umat yang mengerti tentang ajaran agama Hindu melalui...